Terkadang kita perlu merubah segala keresahan menjadi suatu dinamika tulisan yang mengungkap perasaan itu sendiri.

Selasa, 07 Januari 2014

Terkadang aku hanya ingin memastikan bahwa kau telah hidup bahagia, tanpaku.

Tidak ada komentar

Tengah malam saat aku tak mampu memejamkan kedua mataku, aku mengambil handphone dan earphoneku. Lalu ku mulai mendengarkan musik sebagai temanku disaat aku sedang kesepian di tengah malam seperti itu.
Lagu demi lagu kian berganti, tak sengaja lagu ini terputar kembali. Lagu apa? Ya, lagu kenangan kita berdua.
Saat mendengarkan alunan musik ini, otakku langsung tertuju padamu. Lirik demi lirik ku hayati sehingga membuatku tersenyum sambil mengingat hal lampau yang telah terjadi di antara kita. Manis sekali kenangan itu. Aku bahkan tak dapat mengungkapkannya dengan kata-kata. Karena cerita ini hanya kita berdua yang mengetahuinya, cerita cinta kita; aku dan kamu di masalalu.
Kerinduan seperti ini sering terjadi, bahkan terkadang aku mencoba untuk melihat profilmu hanya untuk sekedar mengetahui kabarmu, hanya untuk memastikan bahwa kau telah bahagia dengan kehidupan barumu. Tanpaku.
Tak ada lagi luka, tak ada lagi kekecewaan. Percayalah padaku bahwa aku telah memaafkanmu dari awal. Tak perlu mengais masalalu. Karena kini kita telah kembali ke jalan kita masing-masing. Tak lagi bergandeng tangan, tak lagi saling menopang.
Biarlah kenangan tetap dikenang. Kerinduan pasti ada, namun tak ada yang perlu diharapkan lagi. Kau sudah bahagia diluar sana tanpaku demikian pula aku yang (mencoba untuk) bahagia tanpamu. Tapi percayalah, aku sudah terbiasa tanpamu.
Hanya saja aku (belum bisa) melupakanmu sepenuhnya.
Detik demi detik saat ku bersamamu, setiap kenangan indah yang kita lalui bersama pada saat itu telah menjamur di otakku. Butuh waktu untuk melenyapkan ini semua.
Walaupun begitu, aku senang melihatmu bahagia.
Untuk seseorang yang pernah hadir dalam hidupku; Kak Pungky.

Tidak ada komentar :

Posting Komentar